head

Tampilkan postingan dengan label Liputan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liputan. Tampilkan semua postingan

Dubai Islamic Bank Berencana Ekspansi ke Kenya


REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Dubai Islamic Bank (DIB) berencana ekspansi ke Kenya sebelum akhir 2016 ini, meskipun Otoritas Kenya sedang melakukan moratorium penerbitan izin bank baru. Dilansir dari Reuters, bank terbesar di Uni Emirat Arab (UEA) ini akan mulai beroperasi di Kenya setelah otoritas memberi sinyal positif. Sektor ini tengah melakukan konsolidasi akibat meningkatnya pembiayaan bermasalah.

Tiga bank berskala sedang dan kecil di Kenya berada dalam pengawasan khusus regulator sejak Agustus tahun lalu. November lalu, Bank Sentral Kenya melakukan moratorium pemberian izin bank baru untuk menstabilkan industri yang berisi 40 bank itu. DIB dikabarkan telah berbicara dengan regulator dan izin operasional DIB di Kenya juga dikabarkan tak akan terdampak atas moratorium ini.

DIB masih menunggu turunnya izin. Proses pembukaan cabang DIB di Kenya lebih lama dari yang diperkirakan. Bank Sentral Kenya menyampaikan masih memroses aplikasi izin DIB Bank Kenya.
Sumber lain dari Bank Sentral Kenya menyebut selain DIB, ada beberapa bank lagi yang perizinannya sedang diproses dan diharapkan mulai bisa beroperasi tahun ini. Namun, pihak DIB tidak memberi respon terkait kabar ini.

DIB sudah merekrut staf untuk cabang mereka di Kenya yang akan melayani jasa produk konsumer, korporasi dan treasury. Cabang di Kenya bukan cabang luar negeri pertama DIB.
DIB memiliki saham di beberapa bank di Pakistan, Sudan, Yordania, Bosnia dan tahun lalu DIB meningkatkan kepemilikan saham atas Bank Panin Syariah Indonesia hingga 39,6 persen. DIB sendiri bukan bank Islam pertama di Kenya. Populasi Muslim di Kenya mencapai 10 persen atau sekitar 44 juta jiwa.

citied by : Rizal Nazarudin Firli

Upah Buruh Dalam Perspektif Islam


                Tanggal 1 Mei diperingati sebagai hari buruh atau yang sering disebut sebagai “ mayday  “. Buruh sebagai pekerja merupakan faktor produksi yang sangat penting bagi perusahaan. Tetapi apresiasi terhadap peran buruh tersebut masih belum seimbang. Sering kali masyarakat mendengar aksi buruh untuk menuntut beberapa hal kepada perusahaan. Diambil dari kebijakan memotong subsidi BBM Konsekuensinya, maka serikat buruh meminta upah minimum regional ditingkatkan. Termasuk tuntutan-tuntutan lain yang berjumlah sepuluh poin berupa :
1.       Naikkan upah minimum 2015 sebesar 30% dan revisi KHL menjadi 84 item
2.       Tolak penangguhan upah minimum
3.       Jaminan-jaminan pensiun wajib
4.       Jalankan jaminan kesehatan dengan mencabut permenkes No. 69
5.       Hapus outsourcing
6.       Sahkan RUU PRT
7.       Cabut UU OrMas ganti dengan RUU perkumpulan
8.       Angkat pegawai honorer menjadi PNS
9.       Sediakan transportasi publik dan perumahan murah untuk buruh
10.   Jalankan wajib belajar 12 tahun dan beasiswa untuk anak buruh hingga perguruan tinggi

Ke 10 tuntutan itu dalam realisasinya hanya poin pertama saja yang mendapat perhatian khusus dan ironisnya jumlah yang direalisasikan tidak sesuai tuntutan yang diminta oleh serikat pekerja. Buruh merupakan salah satu faktor penting dari proses produksi sehingga penentuan upah menjadi determinan koefisien produktifitas pekerja. Indonesia bahkan dunia mengenal upah minimum bagi buruh sejak tahun 1978 di mana terjadi krisis moneter di seluruh dunia. Terlepas dari tuntutan-tuntutan dari serikat pekerja juga permulaan lahirnya  penulis ingin melihat penentuan terhadap upah dari perspetif ekonomi islam.

Perspektif Ekonomi Islam
                Dalam ajaran islam. Penentuan upah memang tidak dijelaskan secara terperinci. Namun bila disandarkan pada pemikiran-pemikiran para ulama terdahulu seperti Ibnu Taimiyah Rahimahullah bahwasannya perlu adanya harga yang adli baik dari sisi perniagaan maupun pengupahan dimana harga atas pekerjaan seseorang sesuai dengan seberapa banyak energi yang dia keluarkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Pendapat Ibnu Taimiyah dilandaskan pada hadis Nabi “ berikan kepada seorang pekerja sebelum kering keringatnya”(H.R Ibnu Majah)
                Dilihat dari perspektif negara, maka syariat islam mengharuskan negara untuk menciptakan kesejahteraan, serta mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan. Karena itu kebijakan dan program negara haruslah berorientasi pada penigkatan daya beli (Puchasing Power Parity) masyarakat miskin, termasuk bagaimana mentransformasi kelompok mustahik zakat menjadi muzzaki. Upah sebagai sumber kehidupan keluarga sudah semestinya diatur dengan sedemikian rupa agar tidak terjadi kedzaliman. Baik dari sisi bearan, penentuan waktu, kesesuaian kesepakatan, serta kehalalannya.
                Oleh karena iu Rasul memberi contoh bagaimana memberi upah yang banyak. Jikalau penerima upah melaksanakan tugasnya dengan baik (Sesuai target) maka rasul memberikan upah yang disepakati. Jikalau tidak memenuhi target maka rasul membuat perhitungan seperti melihat keadaan keluarganya, kesehatannya dan kondisi yang terjadi pada saat itu. Dan inilah yang tidak ada dalam konteks indonesia saat ini. Menyamaratakan seluruh upah pekerja dengan hrga yang sama di suatu wilayah.
                Dari sini kita melihat perbedaan yang mendasar antara konteks keislaman dan realisasinya di Indonesia.  Yakni islam melihat upah sebagai konsep moral dan kemanuasiaan. Upah dalam islam tidak hanya sebatas materi tapi juga dimensi akhirat.
Club Riset
14 April 2015

Silaturahim Civitas Jurusan Ilmu Ekonomi Islam

Pada hari Jumat (26/9) T-Smart mengadakan acara Silaturahim Civitas Jurusan Ilmu Ekonomi Islam. Acara ini dihadiri oleh kaprodi IEI beserta mahasiswa/i dari angkatan 10 s.d. 13. Acara ini bertujuan mempererat tali silaturahim antara civitas jurusan setelah libur panjang. Selain itu acara ini pun diadakan dalam rangka menyambut angkatan 13 yang baru memasuki masa-masa kuliah di kampus Sentul. Alhamdulillah acara ini berjalan lancar dari awal sampai akhir.

Acara dibawakan oleh 2 orang MC yaitu Hafia dan Dika dari IEI 12. Mereka membawakan acara dengan baik. Diawali dengan pembukaan lalu pembacaan ayat suci al quran oleh Iqbal dari IEI 12. Setelah itu sambutan dari ketua T-Smart yaitu Robby dari IEI 11. Dalam sambutannya robby menegaskan pentingnya silaturahim dan memberikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa IEI 13. Selain itu Robby pun memhohon doa bagi saudari Humairoh yang beberapa waktu lalu telah berpulang meninggalkan keluarga besar T-Smart.

Lalu sambutan selanjutnya dibawakan Bu Anita Priantina selaku kepala prodi Ilmu Ekonomi Islam. Dalam sambutannya, bu Anita menekankan pentingnya bermasyarakat bagi mahasiswa/i Ilmu Ekonomi Islam. Beliau menekankan bahwa kecerdasan kognitif saja tidak cukup, namun harus juga bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Lalu Bu Anita pun mengingatkan kepada angkatan 11 agar segera menyelesaikan laporan magang.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan dari setiap angkatan. Yang pertama adalah Abdul Muiz dari IEI 11. Beliau membawakan sambutannya dengan lucu layaknya stand up comedy, namun satu pesan yang dia sampaikan agar anak-anak IEI jangan jaim, namun harus supel dalam bergaul. Dilanjutkan dengan sambutan Jabbar dari IEI 12, yang memberi motivasi bahwa mahasiswa IEI walaupun sedikit namun berkualitas dan mampu bersaing. Dia mengutip ayat bahwa berapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah. Terakhir adalah sambutan dari Wahyu IEI 13 sekaligus perkenalan personil angkatan 13 satu per satu.

Setelah sambutan-sambutan giliran panitia Family Gathering yang memberikan pengumuman-pengumuman untuk pelaksanaan Famgath. (Rob)

T-Smart Bicara Desa

Pada Rabu (19/02/2014) HMJ Ilmu Ekonomi Islam (T-Smart) mengadakan diskusi dengan tema cara mudah membangun perekonomian komunitas masyarakat desa. Pertama-tama materi disampaikan oleh Ishaq Firdaus mahasiswa EI 12 yang aktif dalam kegiatan-kegiatan community building. Beliau memaparkan pengalaman-pengalamannya saat terjun mengembangkan masyarakat di pedesaan. Kebetulan beliau aktif pada komunitas Bicara Desa yang merupakan bentuk CSR dari PT. Unilever.

Ishaq menjelaskan bahwa yang mereka lakukan bukan semata-mata microfinance, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan secara ekonomi. Melainkan social business development yakni peningkatan juga dalam bidang pendidikan, ekonomi dan kesehatan masyarakat pedesaan tersebut. Terlihat seperti rumit dan sulit, namun dia meyakinkan bahwa hal ini bisa dilakukan oleh mahasiswa. Selain pengembangan dalam perekonomian masyarakat desa, indicator kesuksesan kegiatan ini adalah masyarakat desa bisa mandiri walaupun telah ditinggalkan oleh community developer.

Langkah konkret yang bisa dilakukan dalam menjalankan kegiatan ini adalah yang pertama perncanaan dan pengumpulan SDM. Setelah itu adalah observasi ke desa yang ingin dikembangkan. Community Developer ini melihat kira-kira apa saja potensi masyarakat yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan taraf hidup mayarakat tersebut. Setelah itu mulailah mengajak penduduk untuk bersama-sama merealisasikan kegiatan yang meningkatkan taraf hidup masyarakat, misalnya dengan melakukan kegiatan produksi makanan, atau pertanian dll. Biasanya masyarakat agak sulit saat diajak untuk bergabung dengan kegiatan community developer, namun hal itu bisa diakali dengan terlebih dahulu mengajak tokoh masyarakat. Biar nanti tokoh masyarakat tersebut yang mengajak masyarakatnya. Setelah itu dimulailah kegiatan bersama-sama antara community developer dengan masyarakat.

Contoh kasus di sebuah desa di Bogor mereka punya sumber daya pertanian bayam. Sebelum community developer dating ke desa tersebut, mereka hanya menjual bayam ke tengkulak dengan hasil yang tidak seberapa. Namun community developer ini mengajak masyarakat untuk mengolah lebih lanjut bayam tersebut menjadi kripik bayam. Tentu ada margin keuntungan yang besar antara menjual bayam yang belum diolah dengan yang sudah diolah. Community developer akan membantu mendistribusikan hasil olahan tersebut ke toko-toko, namun nanti diharapkan masyarakat desa tersebut yang mampu menjalankan distribusi itu sendiri.

Di lapangan tentu banyak kendala yang terjadi, terkadang masyarakat desa menjadi tergantung dengan community developer. Seolah-oleh community developer adalah dewa penolong saat mereka ada kesusahan. Selain itu banyak hal lain yang menjadi kendala, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para mahasiswa yang bergelut dalam dunia bina desa ini. Ke depan seiring dengan bertambah banyaknya mahasiswa STEI Tazkia, yang tiap tahun meningkat, Ishaq mengharapkan ada yang mau focus terjun di dunia bina desa ini.

Doa Bersama for UAS

Tak terasa sudah mau UAS lagi. Tentu banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi UAS semester ganjil ini. Dalam rangka menyambut UAS, (UAS kok disambut?) T-Smart STEI Tazkia mengadakan doa bersama pada Jumat 20 Desember 2013. Sebenarnya acara ini tidak hanya doa bersama, namun juga ada sesi diskusi, sharing dan tentu saja makan bersama. Dalam sesi sharing, Robby selaku ketua menyampaikan kondisi dan perkembangan T-Smart kepada hadirin. Kebetulan yang hadir ada dari angkatan 10, 11 dan 12. Robby mengakui masih banyak yang perlu dibenahi dan belum dimaksimalkan di T-Smart ini. Oleh karenanya diperlukan kritik dan saran yang membangun agar ke depan bisa terus lebih baik.

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, berbagai tanggapan bermunculan. Dari Jundullah ang. 10 mengingatkan tentang urgennya persoalan finansial. Selama ini banyak acara tidak jadi karena persoalan finansial. Sebaliknya Ersi dari ang. 10 menekankan pentingnya social capital atau kualitas SDM dalam membangun T-Smart ini. Salah satu membangun SDM menurut Ersi adalah dengan memperbanyak frekuensi pertemuan antar staf, antar anggota bahkan antar angkatan. Lalu selanjutnya Fadil ang. 12 bertanya mengenai upaya sosialisasi T-Smart ke anak matrikulasi. Hal  tersebut mengingat ada penurunan kuantitas jumlah mahasiswa IEI dari angkatan 11 ke angkatan 12. Dia mengusulkan agar sesegera mungkin membuat acara di Matrikulasi misalnya pelatihan. Hal ini berguna untuk memperkenalkan sejak dini T-Smart kepada mahasiswa Matrikulasi. Bazari ang. 10 menambahan usulan Fadhil bahwa nanti promosi di Matrikulasi harus bagus, misalnya dengan memperkenalkan bahwa mahasiswa EI tuh banyak yang berprestasi. Di akhir Robby sedikit curhat bahwa di T-Smart periode sekarang ini agak kurang mahasiswa yang jago untuk mendesain, misalnya mading atau pamflet, dia berharap partisipasinya kepada yang memang mahir dalam bidang itu.

Setelah diskusi dan sharing tibalah di acara doa bersama yang dipimpin oleh Bazari Azhar. Doa berlangsung khidmat, mudah-mudahan UAS kali ini dilancarkan dan teman-teman IEI bisa wisuda bareng semuanya. Aamiin. Acara yang ditunggu pun tiba, yakni makan-makan bersama. Kebetulan teman-teman IEI akhwat yang sengaja memasak makanan untuk acara tersebut. Dengan kertas nasi yang dihamparkan di sepanjang lobi luar, kami pun mulai makan disertai dengan kesyukuran.

Penantang Terakhir


Senin tanggal 16 Desember kemarin T-Smart kembali mengadakan kegiatan senin ceria T-smart (SCT). Ada yang berbeda dari acara ini dibanding dengan acara-acara sebelumnya yaitu acara ini diisi dengan kuis "Penantang Terakhir". Kuis ini terinspirasi dari kuis dengan nama serupa yang diadakan oleh salah satu stasiun televisi swasta. Selain itu, T-smart juga menyiapkan hadiah bagi peserta yang mampu mencapai babak final. Kuis ini dipandu langsung oleh kepala Divisi Penelitian dan Pelatihan T-smart yaitu saudara Miftahul Anwar (IEI-11). Kuis ini pun diikuti dengan antusias oleh anggota T-smart, baik dari angkatan 10, 11, dan 12. Pertanyaan yang diberikan oleh panitia tidak hanya tentang ekonomi dan syari'ah, tapi juga pertanyaan yang bersifat umum seperti olahraga dan sejarah Indonesia. Hadiah yang diberikan berupa pulsa ponsel dengan nominal tertentu sesuai dengan jumlah jawaban yang benar yang dijawab oleh peserta yang masuk ke babak final. Nominal terbesar adalah Rp 50.000,- apabila peserta mampu menjawab seluruh pertanyaan dibabak final yang terdiri atas lima pertanyaan. Apabila peserta hanya mampu menjawab sebanyak empat pertanyaan, maka dia berhak atas pulsa ponsel sebesar Rp 25.000,- dan berturut-turut sebesar Rp 10.000,- , Rp 5.000,- , dan Rp 1.000,-. Tampil sebagai peserta yang masuk babak final adalah saudara Taufiq (IEI 12) yang mampu menyingkirkan peserta lain di babak sebelumnya. Di babak final, Taufiq berhasil menjawab tiga pertanyaan dari lima pertanyaan sehingga dia berhak atas hadiah pulsa ponsel sebesar Rp 10.000,-. Acara ini mendapat tanggapan positif dari para anggota T-smart. Kedepannya, acara SCT akan dilakukan setiap hari senin pada pekan kedua dan keempat setiap bulannya dengan diisi kegiatan yang berbeda dan variatif dalam setiap acaranya. Dan tentu saja, kegiatan kuis akan tetap mengisi acara SCT namun bersifat kondisional.

Bedah Paper

Minggu ini (2/12/13) T-Smart mengadakan acara kumpul rutin yang diisi oleh bedah paper. Apa itu bedah paper? Tentu ini tidak ada hubungannya dengan benda tajam atau organ tubuh, Namun dalam acara ini akan ditampilkan presentasi dari sebuah paper lalu mendiskusikannya. Paper yang dibedah berjudul "Strategi Pembiayaan Bank Syariah dalam Mendukung Keuangan Mikro Inklusif Bagi Sektor Mikro melalui Pendekatan ANP". Melihat judulnya saja mungkin kita sudah bingung, ini paper apa? Namun nanti kita tidak akan bingung karena akan dijelaskan oleh presenter. Yang membuat paper ini adalah Aisyah Putrina ang.9, Andi Irawan ang. 10 dan Bazari Azhar ang. 10. Paper ini alhamdulillah mendapat juara 2 di Forum Riset Keuangan Syariah UIN Jakarta dan di SETY UGM. Yang akan menyampaikan presentasi pada Bedah Paper kali ini adalah Bazari Azhar ang. 10.


Inti dari paper tersebut adalah diawali dari keprihatinan bahwa baru 19% rakyat Indonesia yang bisa mengakses perbankan. Ini berarti bahwa bank masih bersifat ekslusif bukan inklusif. Hal ini mestinya bisa menjadi peluang bagi bank syariah untuk membutikan bahwa dirinya bisa lebih inklusif daripada bank konvensional. Namun ada hal-hal yang masih menjadi kendala bagi inklusifitas bank syariah. Diantaranya :Sulitnya Akses, Administrasi yang berbelit, rendahnya kualitas SDM, jaminan dan lainnya. Lalu strategi yang ditawarkan untuk memcahkan kendala tersebut yaitu: Inovasi produk finansial, memperbanyak cabang, hubungan antar bank, peningkatan SDM dan memperbanyak cabang. Melalui metode ANP penulis ingin mengetahui apa masalah dan strategi yang paling signifikan mempengaruhi persoalan ekslusifitas bank syariah. 


Presenter menyampaikan isi paper dengan baik. Walau dikarenakan para peserta yang hadir dari berbagai angkatan, terlihat ada yang bingung juga untuk mencerna apa yang disampaikan. Dalam sesi tanya jawab, para penanya pun banyak yang mengeluh dikarenakan belum terlalu mengerti. Namun tujuan utama dari bedah paper kali ini adalah upaya memperkenalkan sejak dini seputar dunia paper. Tentu sudah tidak aneh kalau anak EI setiap semester ada saja tugas paper.

Meet and Greet with the Champions

Pelantikan usai sudah. Tibalah saatnya untuk mulai bergerak. Kegiatan pertama pasca pelantika adalah Meet And Greet with the Champions. Acara ini dalam rangka memberi penghargaan dan dialog kepada mahasiswa IEI yang berprestasi baik akademis maupun non-akademis. Kebetulan baru-baru ini ada yang menjadi juara olimpiade eksyar dan lomba menulis Esai di event SELEB UNJ. Mereka adalah Mega Tria Luwik ang. 12, Abdul Muiz Al Kirom ang. 11 dan Jabbar Sambudi.ang. 12. Mereka sengaja kami undang agar bisa sharing dan memotivasi teman-teman yang lain untuk memperoleh pencapaian yang sama bahkan melebihi mereka.

Acara dilaksanakan pada Senin 18/11/2013 di ruang 2.1 STEI Tazkia. Walaupun tidak terlalu banyak yang hadir, namun hal tersebut tidak mengurangi semangat teman-teman untuk mengikuti kegiatan ini. Kesempatan pertama diberikan kepada Mega untuk berbicara. Mulanya dia terlihat agak bingung mau menyampaikan apa, namun ternyata motivasi-motivasi yang dia sampaikan sangat menyentuh yang hadir pada waktu itu. Dia menceritakan bahwa salah satu rahasia agar tujuan-tujuan kita tercapai adalah sedekah. Dia bercerita bagaimana dia selalu bersedekah terlebih dahulu saat mempunyai hajat. Doa saja tidak cukup, namun harus dibarengi dengan sedekah. Mendengar pemaparan Mega serasa mendengar ceramah ustadz Yusuf Mansur. Benar-benar menginspirasi.

Setelah itu kesempatan kedua diberikan kepada Jabbar Sambudi. Pada mulanya ia akan memaparkan paper yang dia buat yang memperoleh juara pada SELEB UNJ. Namun melihat pemaparan Mega soal motivasi, dia pun menyampaikan motivasi juga dan tidak jadi presentasi paper. Dia sependapat dengan Mega bahwa sedekah sangat membantu dalam mencapai tujuan-tujuan kita. Dia pun bercerita bahwa untuk juara itu tidak bisa instan, namun melalui proses yang terkadang melelahkan.

Di sesi tanya jawab, ada satu pertanyaan menarik yang disampaikan Lulu ang. 11. Dia bertanya kenapa orang-orang yang berprestasi itu terkesan hanya bergabung dengan orang berprestasi lainnya, terkesan ekslusif. Lalu dia juga bertanya selama ini STEI Tazkia senantiasa menang dalam berbagai kompetisi. Apakah membangun ekonomi Islam harus dengan kompetisi? Kenapa tidak melakukan sinergi atau tolong menolong? Pertanyaan yang menarik untuk didiskusikan bukan?

Pelantikan T-Smart Periode 2013-2014

Setelah melalui proses pemilihan ketua, akhirnya dilantiklah jajaran pengurus T-Smart periode baru yakni 2013-2014 pada Senin 11 November 2011. Pelantikan ini menandai pula berakhirnya masa amanah 2012-2013. M. Robby Rodliyya K. mahasiswa IEI angkatan 11 terpilih menjadi ketua T-Smart periode ini. Dalam sambutannya, Robby memaparkan visi T-Smart yakni menjadi keluarga kecil namun bahagia. Memang bila dibandingkan prodi lain prodi EI ini paling sedikit secara kuantitas, namun hal ini justru harus jadi peluang untuk semakin meningkatkan rasa kekeluargaan dan persaudaraan.

Untuk mencapai visi tadi ada tiga garie besar program kerja yang direncanakan. Pertama, program kerja yang fokus untuk internal guna meningkatkan rasa kekeluargaan dan persaudaraan. Kegiatan konkretnya bisa dengan Family Gathering, Futsal, Makan bersama dll. Kedua, program kerja dalam rangka mensosialisasikan T-Smart ke civitas akademika dan dunia luar. Seperti yang kita rasakan bersama, dibanding organisasi atau HMJ lain T-smart dirasa masih kurang sosialisasinya. Maka diperlukan upaya massif misalnya dengan pemanfaatan sosial media atau mading. Ketiga, program kerja dalam ranga peningkatan wawasan dan skill khususnya untuk internal T-Smart dan umumnya untuk keseluruhan civitas akademika. Kegiatan konkretnya antara lain diskusi rutin, pelatihan riset, pelatihan menulis, seminar dll.

Selain ketua terpilih, Faruq Anshari selaku ketua T-Smart 2012-2013 berpesan dan mendoakan mudah-mudahan apa yang disampaikan oleh ketua terpilih bisa direalisasikan dengan sebai-baiknya. Beliau juga mengamanatkan agar mahasiswa-mahasiswi IEI mempunyai rasa kepemilikan yang tinggi terhadap T-Smart. Seperti yang kita ketahui potensi anak-anak IEI ini sebenarnya besar, namun dikarenakan banyak yang apatis terkadang potensi ini tida termaksimalkan.

Jundullah Efendi selaku perwakilan dari angkatan 10 memberikan pesan agar ke depannya T-Smart bisa mulai mengembangkan kewirausahaan. Mengingat dana merupakan salah satu hal yang vital dalam sebuah organisasi.

Acara pelantikan berlangsung dengan khidmat dan lancar. Mudah-mudahan perjalanan 1 periode ke depan T-Smart bisa menjadi lebih baik.

From Discuss, To 2nd Meet


Salam T-smart
Tiga pekan berjalan,,, t-smart kembali  melanjutkan aktifitas nya dalam rangka  mengesistensikan Ilmu ekonomi Islam. Kemarin, tanggal 6 oktober 2011 t- smart khususnya para pengurus mengadakan rapat mingguan yang diadakan di lobi kampus. Sebenarnya, jadwal untuk minggu ini adalah diskusi yang bertemakan” Loyonya pemerintah dalam menyediakan transportasi massal”, untuk pembicara ini adalah Aries jalal Sayuti, mahasiswa angkatan 08 jurusan Ilmu ekonomi Islam.  Akan tetapi, acara diskusi ini dipending untuk sementara. Hal ini disebabkan karena mengingat akan diadakannya acara organisasi lain diwaktu yang sama alias bentrok, dan kemungkinan diskusi yang dipending ini akan diadakan minggu depan. Perlu teman-teman ketahui, t-smart mengadakan acara diskusi tentang perekonomian dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan itu, sudah yang kedua kalinya dalam semester ini. Diskusi yang pertama diadakan sepekan yang lalu yang bertemakan “Krisis Eropa”. Untuk diskusi ini t-smart membuka peluang yang sebesar-besarnya kepada seluruh mahasiswa IEI dalam menyalurkan pemikiran dan opini-opininya dengan mengundang teman-teman mahasiswa IEI, memberi kesempatan kepada mereka untuk ikut serta  dalam diskusi ini yang mana temanya diangkat dari permasalahan-permasalahan ekonomi baik dalam negeri maupun global yang sedang hangat diperbincangkan.
Meski diskusi tidak jadi diadakan, namun kami tetap melanjutkan pertemuan sore ini dengan membicarakan program t-smart untuk minggu depan, dan ini termasuk program baru t-smart yaitu berupa kunjungan langsung sekaligus wawancara tokoh kenegaraan maupun yang ada di pemerintahan daerah. Berikut List-list tokoh yang akan dikunjungi:
1.       Kunjungan ke mantan Mentri Kehutanan RI periode 2004-2009, Bpk Ms Kaban;
2.       Kunjungan ke mantan Menko pada masa Presiden Soeharto, Bpk Kwik Kian Gie;
3.       Kunjungan ke PLN Bogor;
4.       Kunjungan ke DPRD komisi 6 Bogor.
Kebetulan untuk kunjungan ke Mentri Kehutanan & SDA, yaitu ke Bpk Ms Kaban Insya Allah akan diadakan minggu depan tanggal 11 Oktober nanti. T-smart memberi kesempatan kepada seluruh mahasiswa IEI untuk ikut serta dalam program kunjungan dan wawancara kali ini, akan tetapi dengan kapasitas orang terbatas, yaitu 20 mahasiswa, yang mencakup 7 pengurus T-smart sendiri dan 13 mahasiswa IEI.
Selain kunjungan, Pembicaraan pun berlanjut pada program-program t-smart yang akan segera dilaksanakan, diantaranya proses pembuatan Jurnal Ekonomi Islam, aksi sosial dengan “Serbu Desa/serda” yang 2 minggu lalu sempat dibicarakan. Selain itu juga untuk merefresh diri, t-smartpun berencana untuk mengadakan acara Paradigling selesai UTS nanti.
Berbagai bentuk kegiatan yang dirancang ini, sebagai wujud Ikhtiar T-smart yang tak lain adalah untuk menjadikan Himpunan Mahasiswa Jurusan ini terus eksis dan menjadi selangkah lebih maju dibanding sebelumnya. Amin ya Robbal alamin…..
By: Roses_

Weekly Meeting

Cipambuan-Pada tanggal 23 september 2011 T-smart kembali melanjutkan program rutinnya yaitu rapat minggunan bagi sesama pengurus. Dimana rapat mingguan ini diadakan satu kali dalam seminggu.  beberapa program yang sudah dirancang dalam bulan- bulan lalu yang memang sedikit terhenti dengan adanya libur perkuliayan dan program magang untuk mahasiswa Ilmu Ekonomi Islam angkatan 08. Karena itu, T-smart berusaha untuk melanjutkan kembali beberapa misi dan program- program baru dalam beberapa bulan kedepan.
Rapat sore yang diadakan di masjid Citaringgul - sentul, tepatnya pukul 16.00 hingga 17.30 alhamdulillah berjalan dengan lancar, dihadiri oleh 6 dari 8 pengurus T-smart periode 2011-2012. untuk Struktur organisasi T-smart sendiri meliputi:
KETUA
Wahyu Heriyawan
SEKRETARIS
Rozi Fery S
 
BENDAHARA
Nisa Fitria




DIV. INFORMASI
Arif Luqman Hakim
DIVISI KEILMUAN
Fatimah Zahwa
Lucya Varika Putri


DIV. KAJIAN MINGGUAN
Zikra Ayuko
M. Hanif Hakim

BENDAHARA
Nisa Fitria
                                                    








DIskusi

Diskusi yang dipimpin oleh ketua t-smart sendiri Wahyu Heriyawan, diawali dengan pembahasan evaluasi proker t-smart semester sebelumnya. Setiap pengurus yang hadir memaparkan beberapa kekurangan dari program yang sudah dilaksanakan semester 6 sebelumnya, untuk memperbaiki program berikutnya.
Pembahasan utama dalam pertemuan kali ini adalah pemaparan program untuk beberapa bulan kedepan. Ada tiga program utama disamping beberapa planing yang lainnya adalah:
1.      Kegiatan sosial masyarakat yang diberi nama “Serbu Desa”, ini berupa kegiatan peduli masyarakat desa terutama bagi warga buta aksara. Dengan program ini t-smart berupaya untuk membantu warga melalui bimbingan membaca yang  tujuannya menjadikan masyarakat desa  yang bebas buta aksara. Sedangkan untuk sasaran desa yang dikunjungi adalah desa di sekitar kampus.
2.      Pelaksanaan Toefl khusus untuk mahasiswa Ilmu ekonomi Islam angkatan 8 yang sebentar lagi menghadapi ujian skripsi. Dimana kelulusan  Toefl adalah salah satu dari tiga prasarat mahasiswa dapat mengikuti sidang skripsi.
3.      Program khusus untuk jurusan ilmu ekonomi islam angkatan baru (angkt. 10) yang diberi nama “Rumah Karya”. Format didalamnya meliputi karya bahasa & karya menulis. Di sini, mahasiswa yang memiliki bakat dalam menulis cerpen, sastra, ataupun sebagainya dapat dituangkan dalam program ini. Selain itu pula, t-smart bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena (FLP) bogor dalam menyalurkan bakat seni bahasa & menulis mahasiswa.

Berharap program-program t-smart ini dapat terlaksana secara penuh dan berjalan lebih baik dari sebelumnya, tentunya dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa ilmu ekonomi islam juga bagi masyarakat sekitar diluar kampus. Amin.
-R.Set

Taplef ke-2 (Krisis Eropa)


Kampus STEI Tazkia-Taplef ke-2 telah diselenggarakan pada  tanggal 29 September 2011 dengan bertemakan “Krisis Eropa”. Acara ini telah terlaksanakan diatas rerumputan hijau sebelah timur Theatre Room. Dengan ditemani angin sore hari para peserta diskusi menyimak tema  secara seksama yang dibawakan oleh Abdul Aziz, mahasiswa STEI Tazkia angkatan 08.
Tema “Krisis Eropa” memang sedang menjadi topik hangat yang diperbincangkan para mahasiswa kampus saat ini. Krisis Eropa terjadi lantaran masalah faktor internal Negara Yunani akan hutang Negara yang menumpuk. Hutang tersebut baru terbuka pada public baru-baru ini.yang mana rahasia tersebut sudah terpendam oleh ulah-ulah nakal para elite Negara. Namun apa dikata “Sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga”, mungkin pribahasa tersebut patut diberikan kepada elit-elite Negara Yunani.
Pada sekitar tahun 2004, Yunani sebenarnya sudah terbelit hutang. Hutang itu merupakan hutang akan anggaran olimpiade dulu. Yang semakin lama membengkak dan anggaran Negara juga tak kunjung mampu untuk melunasinya.
Pada tahun 2010, hutang Yunani sudah diketahui oleh umum. Bahwa Yunani telah menyuap elite Negara untuk mengelabuhi data hutang Negara pada saat itu. Hutang yunani yang semakin membengkak. Dan terjadilah “bumble” yang luar biasa. Yang mana suatu saat akan pecah secara tiba-tiba.
Pada akhirnya. Usaha Yunani untuk keluar dari krisis ini adalah dengan meminta bantuan bail-out Komisi Eropa. Dan akhirnya Komisi Eropa mengucurkan dana bail-out sekitar $ 1.500 miliar. Wallahu a’lam bishawab. –riflq-